Selasa, 01 Februari 2011

Cintailah Pekerjaanmu !

Jenuh dengan pekerjaan, memang wajar adanya. Mungkin Anda membutuhkan perspektif yang lebih segar terhadap pekerjaan saat ini. Nah, berikut 10 langkah yang bisa dilakukan untuk memperbaiki karier demi meraih sukses.

Memaknai Pekerjaan

Banyak orang terlalu memikirkan hal-hal buruk soal pekerjaannya. Namun, mereka tak sepenuhnya menyadari, hal buruk tadi sebenarnya mereka lakukan sendiri. Lihat saja, mengapa mereka tetap berangkat bekerja setiap harinya ke kantor?


Nah, untuk mulai mencintai pekerjaan, yang perlu dilakukan pertamakali adalah menemukan aspek positif dari perjalanan karier Anda dan jadikan itu sebagai motivasi. Pasti ada alasan yang membuat Anda tetap bekerja hingga saat ini, bukan?


Selain itu, sadari apa saja yang telah Anda raih melalui karier. Beberapa orang mungkin mengatakan, mereka bekerja untuk mendapat upah. Namun, meski kondisi ekonomi sedang buruk, tak seorangpun akan bekerja hanya untuk mendapatkan upah. Ketika seseorang memutuskan bekerja, ia tahu pekerjaannya memiliki makna lebih dari sekedar mencari uang. Hanya situasi yang membuatnya kehilangan semangat seperti halnya di awal bekerja dulu.

Cita-cita S.M.A.R.T.

Untuk kembali bersemangat kerja, Anda perlu meletakkan cita-cita secara SMART (specific, measurable, achievable, realistic, time line) alias spesifik, terukur, terjangkau, realistis dan terencara, dengan rentang waktu tertentu. Cari tahu berapa waktu yang dibutuhkan untuk mencapai posisi saat ini dan yang akan datang di perusahaan. Lalu, cari tahu pula apa yang membuat rentang waktu ini menjadi lama atau singkat.

Selanjutnya, putuskan siapa saja yang penting dan berkaitan dengan cita-cita Anda. Jadikan ia sebagai personal value (nilai pribadi) pribadi. Motivasi diri sangat berkaitan dengan nilai pribadi ini. Semakin kuat nilai diri, semakin kuat pula motivasi yang dimiliki.

Buat Rencana Jangka Panjang & Pendek

Sementara masih melakukan pekerjaan yang sekarang, perluas dan tingkatkan daya analisa dan nilai posisi Anda sat ini. Posisikan diri Anda untuk mendapatkan sebuah promosi. Terkadang, rencana jangka pendek lebih banyak mengenai cara bertahan pada suatu pekerjaan.

Ketika Anda berencana untuk meninggalkan posisi yang sekarang, pikirkan soal bagaimana cara meninggalkannya dengan terhormat dan bermartabat. Tanpa menghancurkan referensi yang kelak Anda butuhkan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain (keluarga, pasangan, anak, dan lainnya).

Kembangkan Hubungan Dengan Atasan

Cari tahu apa yang bisa Anda lakukan untuk atasan secara personal. Buatlah atasan mengerti bahwa Anda sudah menghasilkan solusi baginya. Pertanyaan besar yang seringkali muncul di benak atasan adalah "Apa manfaat Anda buat saya?" Kebanyakan atasan yang berpikir dengan cara ini menganggap, ia sudah melakukan sesuatu yang membuat Anda terlihat lebih baik. Dan sudah sepantasnya Anda membalas dengan prestasi kerja yang lebih baik.

Menyadari hal ini, seharusnya membuat Anda terpacu memberi pelayanan lebih baik dan menguntungkan bagi atasan dan anggota tim kerja lain. Sudah sepantasnya Anda bekerja untuk membuat atasan atau tim kerja terlihat lebih baik. Bukan sebaliknya, terlalu banyak menuntut untuk diri sendiri.

Semua ini akan berjalan baik jika mampu membangun hubungan berkesinambungan antara prestasi dan reward yang Anda berikan kepada atasan juga perusahaan. Jika Anda tak mampu mewujudkannya, anggaplah hubungan kerja adalah soal membantu atasan. Tapi, lakukan ini hanya dengan cara yang tak melanggar integritas, etika, dan nilai yang berlaku di lingkungan kerja.

Buat Batasan Dengan Atasan

Diskusikan tujuan yang hendak dicapai dan batasan yang harus Anda patuhi di saat bekerja bersama atasan. Terutama berkaitan dengan pola hubungan pada saat bekerja dan di luar jam kerja.

Misalnya, jika atasan Anda bekerja penuh selama 8 jam dan tak banyak melakukan hal-hal di luar pekerjaannya, sebaiknya Anda mengikuti pola itu. Dan jangan menerima telepon atau e-mail yang sifatnya pribadi kecuali yang bersifat darurat. Kebiasaan ini sebaiknya Anda dan atasan sepakati bersama. Cara ini berlaku bagi Anda dan atasan selama berada di lingkungan kerja yang sama.

Carilah Penasihat Ulung


Carilah penasihat yang dapat memenuhi beberapa kriteria berikut:

1. Ia merupakan orang yang sukses bekerja dengan baik di situasi seperti Anda. Misalnya, memiliki atasan, rekan, dan bidang yang mirip dengan Anda.

2. Ia siap memberikan waktunya untuk Anda, atau memiliki fasilitas yang memungkinkan Anda untuk bertanya setiap waktu. Misalnya lewat e-mail atau telepon.

3. Ia adalah orang yang senang membantu Anda.

4. Ia memahami Anda, bicara dengan bahasa Anda, begitu juga sebaliknya dengan Anda.

Perjelas Pribadi Sebenarnya


Banyak orang cenderung selalu mencoba mencari diri sendiri dan tetap mencari kebahagiaan ataupun tempat bersandar. Ini dapat saja disebabkan karena mereka menjalani hidup dengan melihat segalanya dari kacamata orang lain.

Terkadang kita bingung dengan apa yang kita lakukan dan segala peran tanggung jawab dalam pekerjaan, keluarga, dan komunitas. Dan kita bingung, siapa diri kita sebenarnya. Gunakan instrumen penilaian formal dan informal untuk memperjelasnya.

Mana sikap Anda yang tercetus hanya karena merasa menjalaninya dalam situasi formal, dan mana yang tidak. Atau, jika perlu petakan bersama teman untuk membantu menemukan jawabnya.

Buat Perencanaan Konkrit

Biarkan orang melihat siapa diri Anda dengan perkataan dan perlakuan yang Anda sampaikan. Putuskan apa yang Anda ingin orang lain ketahui tentang diri, pekerjaan, kebutuhan, bahkan kekuatan dan kelemahan Anda.

Tanpa rencana spesifik, terkadang orang lain melihat dan mempersepsi Anda berdasarkan kacamata mereka saja. Pastikan orang lain juga mampu memahami Anda. Lakukan sesuatu yang terlihat bermanfaat bagi mereka dan mendapatkan yang bermanfaat dari mereka untuk diri Anda.

Mulailah Hari Dengan Baik


Gunakan pendekatan dan perangkat yang tepat untuk pekerjaan Anda, seperti keyakinan, kesungguhan dan latihan. Ini berguna untuk memulai kesuksesan sebelum benarbenar bekerja. Anda bisa mencoba yoga, berdoa, atau kiat lain yang menenangkan untuk mengantisipasi apapun yang dihasilkan dari aktivitas Anda dan interaksi dengan rekan kerja.

Selesaikan Hari Dengan Baik


Di tiap akhir hari kerja, ulas kembali prestasi Anda. Pikirkan apa yang sudah Anda capai sepanjang hari ini. Sanjung diri Anda dan seluruh yang sudah dikerjakan dan dicoba dilakukan. Ingatlah, di tiap hari selalu menjanjikan kesempatan baru seiring dengan terbitnya mentari.

By: Laili Damayant,Tabloid NOVA

Reaksi:

3 komentar:

jadi ingat sebuah nasihat: jika engkau tidak mendapatkan pekerjaan yang engkau cintai, cintailah pekerjaan yang kau dapatkan

Salam ukhuwah

Posting Komentar

Silahkan Di Tanggapi