Kamis, 13 November 2008

SAHABAT





Sahabat...


(Editing dari sebuah karya yang lupa entah siapa pemiliknya)




Tulisan ini adalah goresan hati terdalamku untukmu


Sejak kristal senyum itu, kau beri untukku setulus jiwa


Sejak kau temani aku mengarungi dakwah ini


Sejak duka tertumpah untukku, dan semua beban kau bagi denganku


waktu bergulir berganti sms-mu menemani


Sejak semua duka, lara, kecewa, kesal jiwa ini tertawan juga untukmu


Sejak aku dan kamu saling me-robithohi satu dengan yang lain




Hingga akhirnya aku bersahabat denganmu..


Hingga akhirnya dengan mudah kubermanja ria denganmu, hanya denganmu..


Hingga akhirnya merasa satu bangunan yang saling menguatkan


Hingga akhirnya semua mengenalku sebagai orang tegar, tetapi berbeda denganmu..


Hingga akhirnya semua mengenalku sebagai orang hebat, tetapi berbeda denganmu..


Hingga akhirnya semua mengenalku sebagai orang biasa, tetapi berbeda denganmu


Hingga akhirnya semua mengenalku sebagai orang yg mengecewakan.




Tetapi berbeda denganmu..


Keterpurukan itu melandaku, ku tak dapat mencegahnya. .


Keterpurukan itu menjangkiti seluruh tubuhku,


Keterpurukan yang membuatku lemah sahabat


Keterpurukan yang membawa kebencian bagi yang lain




Siapa yang menyapu keluh kesahku waktu itu..??


Tak lain adalah dirimu




Siapa yang kuatkan aku waktu itu??


Tak lain adalah dirimu.




Siapa yang membuat ˜guyon tak bermutu itu??


Tak lain adalah dirimu




Siapa yang membuatku berpikir dua kali untuk menangis...? ?


Tak lain adalah dirimu.




Siapa yang menemaniku,saat yang lain meninggalkanku??


Tak lain adalah dirimu...




Siapa yang menemani ketika aku sakit..??


Tak lain adalah dirimuJika ku bahagia..




Kauizinkan aku menimpuk dan merangkulmu


Kauizinkan aku memukul bahumu yang tidak bisa dibilang kekar itu


Kauizinkan aku terbaring disampingmu




Jika aku berduka..


Kauizinkan aku sedikit bersandar dibahumu yang mungkin lelah menyanggaku


Kauizinkan aku merengek dan berbagi


Kauizinkan aku berteriak melepaskan ekspresi segalanya


Kauizinkan aku diam, lama, hingga engkau merasa tercuekin olehku


Kauizinkan aku dengan tingkah anehku yang lain




Denganmu kubisa jadi diriku sendiri..


Setelah tertumpuk permasalahan yang begitu padat


Sampai kesedihan yang biasa tak lagi kurasa berat




Sebentar koq sebentar saja aku berduka..


Sebentar koq sebentar tangis ini kan mereda


Sebentar koq sebentar saja aku lemah


Sebentar koq sebentar biarkan ku menjadi diriku




Lalu, buat apa berduka kalau masih ada yang sayang,


dan, dalam kalamNya, Laa Tahzan


dan, tangis bayi palestina lebih layak untuk didengar


dan, tangis pengemis depan Gramedia lebih layak dibuat syair


dan, kesedihan difable lebih layak dibuat sebuah lagu


dan, duka dan derita ini apakah duka menuju taqwa,




Sedang dari duka ini akan memberi kemudahan yang tak terkira


Nasehat yang mengalir dari bibirmu tentramkan jiwaku


Nasehat berbalut taqwa pancaran cinta kepadaNya.


Nasehat yang terkadang aku bosan untuk mendengarnya.


Nasehat yang terkadang buatku kesal dengan kata-katamu yang kaku


Nasehat yang membuatku terkadang malah membencimu




Tapi setelah beberapa detik kemudian,


kebencian itu berlipat kecintaanku padamu 2 kali lipat,


Egoisku, angkuhku, marahku, kesalku, kau tanggapi biasa saja


Tatapan mata kebencianku, kau tanggapi dengan kasih terpancar




Jujur, kadang-pun aku juga bosan dengar ceritamu yang ga lucu sama sekali


Jujur, kadang-pun aku ingin pergi, saat kau berkeluh kesah denganku


Jujur, kadang-pun aku kesal dengan sikapmu yang menurutku aneh.


Jujur, kadang-pun aku egois, lebih mementingkan yang lain daripadamu


dan aku pun tahu, kau kadang-kadang juga begitu bukan????




Walau itu hanya 1% dari 100% perjalanan persahabatan kita.


Kenangan itu teramat indah untuk dikubur..


cerita ini kan menjadi kisah klasik untukku dan untukmu


Walau buku harian ga bisa melukiskan betapa persahabatan kita indah


Dirimu yang keren tak mampu tergantikan walau dengan siapapun itu


perjuanganmu meluluhkanku untuk berbuat lebih daripada apa yang kau perbuat


perjuanganmu memang hebat sobat, kuakui itu, u really great person..




adakah aku bisa menjadi pejuang sepertimu hingga mahligai akhir kehidupan menjemputku. ..


Ku bukan seorang yang mudah jatuh cinta,Tetapi cinta ini akan selalu hidup dalam hatiku


Begitulah Syahadat dan bangunan ini, kuatkan cinta kita karena Ridho Illahi




Kusadari, perjuanganku belum berakhir


Kau berjuang, akupun berjuang


Karena kita sama sama pejuang,


Semoga ketebalan ukhuwah kita dipertemukan di surgaNya kelak.




Yang kau lakukan bukan semata-mata jihad, tapi double jihad

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Di Tanggapi