Kamis, 11 Desember 2008

5 HARI ITU _ Episode 2

SELASA, 2 DESEMBER 2008


Kabut masih menyelimuti kegelapan malam. Tak ada kokok ayam jantan disini, yang ada hanya keramaian para angsa yang samar-samar membangunkanku dari tidur singkatku. Rupanya beberapa ikhwan belum bangun. Setelah kuambil wudhu, mulai terlihat kamar-kamar yang terbuka dengan wajah penghuni yang kucel dan mata yang merah.

Setelah melakukan sholat subuh berjamaah, sesuai dengan instruksi kang Asep, bahwa hari ini kami harus kembali ke Kantor KEMENEGPORA untuk melaksanakan Upacara Pembukaanyang akan langsung dibuka oleh Pak Menteri, Adyaksa Dault. Segera setelah mandi, sarapan dan bersiap siap dengan baju seragam batik yang dibagikan Panitia kemarin, kami segera berjalan menuju BIS sewaan panitia. Kami harus segera berangkat pagi ini, karena kalau siang dikit jalanan sudah macet.

Dalam bis, suasana kekeluargaan kembali menghangat. Akh Akang (dari Tasik) yang kejatah jadi Dirijen Indonesia Raya terlihat khusyuk menghapalkan lirik-lirik Lagu kebagnggaan Indonesia itu. Aku kejatah membaca Doa. Dan petugas penyematan tanda peserta dari Aceh ada Akh Teuku Muhammad Ridho Al Auwal dan akhwat dari Jawa Timur Ukhti Euis Kurniawati. (Awalnya aku heran, kok ada nama Euis di Surabaya??bahkan hampir semua peserta memonyongkan mulutnya ketika mendengar “Euis dari Surabaya” dengan sahutan “Lho??”...hehehe....

Sesampainya di Kantor MENEGPORA, kami naik Lantai 3 diRuangan kemarin. Suasana begitu formal. Semua peserta memakai baju seragam batik coklat, para pegawai memakai Seragam KORPRI.

Acara pembukaan begitu khusyuk, bahkan ketika kami menyanyikan Indonesia Raya yang diPandu oleh Akh Kakang Harudin. Akhirnya.....selesai juga tugas kakang (padahal dari kemarin gak bisa tidur. teruuuusss ngapaling lirik lagu. katanya sih grogi kalau nyanyi didepan pak Menteri. hehe...)

Khusyuknya acara berubah ketika pak Adyaksa Dault memberikan sambutannya. Dengan penuh semangatnya yang khas menghidupkan suasana. Kocak, tegas, dan penuh semangat.

Dilanjut dengan datangnya Pak Prof. Dr. Irwan Prayitno yang membuat suasana semakin ramai. Keformalan acara tidak lagi dihiraukan oleh teman-teman, karena memang tidak ada paksaan untuk hanya diam. Hanya senyum mengembang lebar untuk mewakili kehangatan ruangan. Pak Irwan cerita panjang lebar mengenai keluarga. Sampai-sampai aku berpikir ini kok jadi Dauroh Munakahat. Hehe....

Siapa yang Belum NIKAH ???, ketika pak Irwan bertanya hampir sebagian peserta mengangkat tangannya dengan malu-malu, termasuk aku. Hehe.....

setelah acara pembukaan yang dilanjut dengan materi selesai dilanjut penjelasan dari Pak Balkan (Ketua PANSUS RUU PORNOGRAFI) menyampaikan seluk-beluk adanya RUU tersebut dan lika-liku memperjuangkannya antara pro dan kontra sampai disyahkannya UU No 44 tahun 2008 tentang PORNOGRAFI (Dulu RUU Anti Pornografi-Pornoaksi). kemudian dilanjut istirahat sholat dan makan...(Makan lagi...????)

Acara dikantor Menteripun usai. kami kembali melanjutkan perjalanan dari Jakarta ke Ciganjur untuk melanjutkan Materi disana. aneh khan...???

Sesampai di Griya Alam Ciganjur kami tak sempat mampir ke penginapan. langsung digiring ke Ruang Materi karena disana Pak Apuib dari TRUSCO sudah menunggu 1 jam yang lalu. materi yang beliau bawakan


Konsep Diri Seorang Fasilitator : M. Apud Kusaeri, S.Pd, M.Si (TRUSCO)
. materi yang disampaikan lebih kepada pengenalan Konsep Diri : "WHO AM I ?". waktu maghrib menjelang menandakan usainya jatah materi pak Apub.

segera kami bergegas ke penginapan untuk sebentar melepas lelah dan bersiap untuk mandi. setelah mandi langsung mengambil wudhu dan sholat berjamaah jamak qosor Maghjrib dan Isya.

seperti biasa, setelah sholat kami mengambil jatah makan malam. (Makan lagi...makan lagi...). Setelah mendapat jatah, segera kami menuju ke Meja Bundar untuk menikmati santapan sambil ngobrol tentang suatu tema. malam itu kami ngobrol tentang makanan khas daerah masing-masing.

yang dari daerah melayu, lebih banyak makanan dengan menu berkuah santan. bahkan kata Akh Yadi, beliau ada makanan wajib sepiat sarapan berupa Nasi Minyak (nah lho...apaan tuh...) nasi minyak itu kalo diJawa lebih dikenal mirip dengan nasi uduk tapi dengan santan yang kental sehingga nasi menjadi gurih berminyak. jadi pengin main kesana nih...lalu ada juga daerah aceh dan padang yang lebih suka makanan pedas.

kalau aku disuruh cerita makanan jawa, ya bingung juga. jawa bagian mana?? kalau Jawa Tengah khususnya Solo, disini banyak dijumpai makanan yang rasanya manis gurih. ada Timlo, ada Pecel, ada Oblok-oblok (sedikit pedes), pokoknya kata orang Sumatera makanan orang Solo terasa manis. Kaya orangnya dong...hehehe...narsis habis...!!!

obrolan begitu akrab. aku jadi kangen ngumpul-ngumpul lagi nih....


Tak terasa waktu menunjukkan pukul 20.30 lebih. sudah waktunya materi selanjutnya. yaitu pembahasan Model Penanggulangan PORNOGRAFI ditingkat Lembaga dan Lingkup Sekolah. acara ini dipandu oleh IQRO JAKARTA. Setelah mendapatkan arahan, setiap daerah dibagi untuk melakukan FGD (focus Group Discussion) membahas masalah tersebut.

sebelum itu terjadi diskusi alot terkait format FGDnya. yang jadi moderator juga kurang begitu tegas. sehingga forum berjalan tidak teratur.

selesai FGD setiap daerah, file pembahasan dikumpulkan panitia untuk dikelompokkan. lalu kami meninggalkan ruangan materi menuju tempat penginapan....

Hari kedua ini meninggalkan kesan yang mendalam....

Selamat Bobo....



Pak Adyaksa Dault memberikan semangat Mudanya kepada para peserta. Beliau memberikan arahan dengan bahasa yang sangat mengena dikalangan pemuda. sehingga tidak membosankan. sedangkan disamping pak adyaksa adalah Prof. Dr. Irwan Prayitno. beliau memberikan materi tentang pentingnya peran keluarga. pokoknya kalau beliau cerita, jadi mirip dauroh munakahat. hehe....

Para peserta ketika ditanya oleh Pak Irwan : " SIAPA YANG BELUM NIKAH ??" Akh Yadi malu-malu tapi mau nih...hehehe....



yang sedang berbicara adalah Bu Azimah, ketua Perhimpunan Masyarakat Anti Pornografi. duduk ditengah adalan Pak Imam Gunawan selaku Moderator. dan duduk paling kiri adalah Pak Budi Dharmawan.



Pak Apud sedang memberikan materi tentang hakikat fasilitator. materi yang disampaikan jadi mirip ESQ. bener-bener Ruhiyah banget...
Tuh...pada serius semua....


Ini adalah simulasi game Materi Public Speaking yang diPandu oleh Pak Indra Kusumah. setiap orang menuliskan tokoh yang dikenal publik, lalu menempelkan pada punggung temannya. dan tugas temannya itu adalah menebak siapa tokoh yang tertulis dikertas yang ditempel dibalik punggungnya, dengan bantuan 3 pertanyaan untuk setiap orang...

Inilah Saksi bisu perbincangan-perbincangan hangat peserta ketika sarapan, coffe break, makan siang dan makan malam...



Suasana FGD temen temen daerah SUMATERA (lupa sumatera mana yah...) ada Bang Ade, Bang Jhon, Bang Sandy, Bang Arif, Bang Helmi, Bang Heru

Nah, ini FGDnya temen-temen dari JATENG. Ada Akh Hasan, ada saya (gundul) ada ukhti Isnani, dan ada Ukhti Fia.


saya, Yadi, Teuku Ridho (Aceh) dan Toni (Cimahi) lagi sarapan. sambil ngobrol kultur masyarakat daerah masing-masing. Akh Toni bilang : " Akhwat Jawa lembut-lembut ya...?" emang apaan...??
kalo kata akh Ridho, orang Aceh itu suka nongkrong di Warung Kopi. bahkan sampai seharian. wah...padahal aku juga suka kopi. jadi tersindir nih...


Reaksi:

4 komentar:

wah..jadi pengin jalan-jalan nih...

Jika kita baca buku “Kenapa Berbikini Tak LAnggar UU Pornografi,” (ada di gramedia) maka yang menolak UU POrn seharusnya mendukung, sebalilknya yang mendukung seharusnya menolak. Kenapa bisa begitu? Dunia memang sudah terbolak-balik. Biar kita tidak terbolak-balik juga, maka buku di atas sangat penting tuk dibaca.

Wah nemu tlsn ini stlh sekian tahun.
Dulu msh single, jd ikutan angkat tangan pas ditanya pak mentri, skrg sdh jadi emak2 dg 2 putri. Hehhee

Posting Komentar

Silahkan Di Tanggapi