Senin, 08 Desember 2008

HANYA 5 HARI_episode 1


Akhirnya aku menemukan sebuah warung internet setelah perjalanan panjang enam hari aku di Jakarta-Depok-Bogor. ada sebuah cerita yang ingin aku ceritakan disini. cerita tentang 5 hari diJakarta. cerita 2 hari diDepok dan sekarang aku ingin menambahkan ceritaku selama 2 hari ini di Bogor. tepatnya daerah pegunungan Gunung Salak-Gunung Menyan - Gunung Bunder-Gunung Pincung-Gunung...ahh terlalu banyak gunung-gunung dibogor ini.


Ahad, 30 November 2008
Adzan magrib bergema dan saling bersahutan dari corong-corong pengeras suara diujung menara masjid daerah terminal Tirtonadi Solo, mengajak setiap hati yang mempunyai cinta kepada Tuhannya. Rupanya waktu bergulir berganti kelam sudah mulai mengusir senja yang sejak tadi malu-malu untuk beranjak diujung barat dan hanya meninggalkan ronanya yang memerah.
“ Ukh, anti sholat Magrib disini saja. Katanya dibelakan ada tempat untuk sholat”, begitu selesai kuurus tiket Bis, kusampaikan kepada Ukhti Isnani. Akhwat utusan Solo untuk perwakilan Jawa Tengah.
“Nanti ukhti Fia nunggu di Terminal Boyolali”, lanjutku.
Segera setelah itu kulangkahkan kaki menuju asal suara adzan yang terdekat. Rupanya ada sebuah masjid megah yang baru dibangun dengan fasilitas yang mewah. Kamar mandi yang bersih dan suci, tempat wudhu akhwat yang terjaga, taman hijau yang nyaman, serambi yang luas, Karpet yang belum hilang aroma barunya, udara sejuk yang disemprotkan dari balik AC yang menyala, dan suara bening sang Imam dari microfon mini. Sungguh tempat yang cocok buat memanjakan diri bermunajat memadu Cinta dengan-Nya. Lalu terpikir juga, kalau buat rapat bakalan betah seharian nih.
Setelah Magrib, segera kumulai perjalanan menuju Ibokota Indonesia untuk memenuhi sebuah kewajiban. Dan kalau boleh dibilang, ini adalah sebuah kebutuhan. Baik kebutuhanku untuk meRefresh lagi pemikiranku, jiwaku, dan kebutuhanku untuk bertemu dengan saudara-saudara seiman yang bergerak dalam satu langkah, yaitu Dakwah Pelajar, ada kebutuhan untuk menambah informasi dan ilmu-ilmu baru. Selain itu juga menjadi kewajibanku sebhagai kordinator dakwah sekolah tataran surakarta diWilayah Amm.


Bis bergerak menuju Jakarta melalui jalur PANTURA, yang berarti bakal melewati kotaku, Tegal. Sesampai didaerah Boyolali, Bis LORENA yang kami tumpangi memasuki Terminal Boyolali, dan disana sudah ada 3 calon penumpang yang akan ikut dengan jurusan Jakarta, LebakBulus. Termasuk Ukhti Fia yang diantar bapaknya, beliau utusan Lembaga SOHIB Center, Pemain baru dakwah sekolah boyolali (sebenarnya bukan orang boyolali, hanya saja bergelut disana). Bahkan sebenarnya beliau ini asli anak kampus (terbukti dari pengalaman organisasinya yang kebanyakan berada di kampus).
Sejauh ini perjalanan lancar-lancar saja. Bahkan boleh dibilang bukanlah perjalanan. Karena aku tidur selama perjalanan tak peduli dengan hingar bingar lampu merkuri jalanan yang menerobor kebalik jendela kaca Bis Eksekutif ini. Sesampainya didaerah Weleri, Bis mengalami mogok harus nunggu hampir 1 jam. Ketika kulihat jam dilayar HP, rupanya menunjukkan pukul 22.10. katanya Bis menabrak sesuatu. Rupanya sudah malam juga ya. Perutku terasa lapar, akhirnya kubuka kotak snack fasilitas dari Bis ini. Hanya sebungkus roti dan segelas air minum kemasan.
Tapi setelah itu bis kembali berjalan. Dan muncul permasalahan yang lain, kami para penumpang jurusan Lebak Bulus harus diOper setelah kami makan malam diDaerah Cepiring sekitar pukul 23.40an. hal yang sudah aku duga. Karena penumpang bis jurusan Lebakbulus hanya berisi setengah saja. Jadi diOper ke Bis lain jurusan Jakarta - Bogor. (pelajaran terpenting : Sebuah perusahaan profesional harus mengedepankan pelayanannya).
Dalam bis operan sudah penuh berjeljalan. Kasihan para akhwat ketika harus duduk berpisah dan harus berdampingan dengan penumpang lain. Kucoba meminta seorang lelaki yang sendirian untuk bisa pindah ke tempat duduk lain agar para akhwat bisa duduk bareng lagi. Soalnya rawan juga kalau akhwat duduk sendiri-sendiri, apalagi duduk berdampingan orang lain yang jelas jelas bukan muhrimnya.
Malampun semakin kelam mengantarku kembali terpejam dalam bis yang kini penuh sesak...



Senin, 1 Desember 2008
Sampai didaerah Sukamandi (Sepertinya bis melewati jalur selatan) terjadi kemacetan hampir 3 jam. Segera aku tersadar dari tidurku. Macetnya luar biasa panjang. Hampir sepanjang 4 KM atau bahkan lebih. Hampir semua adalah truk yang membawa muatan berat.
Jam diHP menunjukkan pukul 5.30, segera aku menuju toilet untuk mengambil wudhu. Namun rupanya ada orang. Ahh…terlalu lama menunggudidepan pintu toilet, segera aku usapkan tanganku dibelakang kursi untuk mengambil tayamum. Setelah itu aku meniatkan sholat subuh dan dengan tidak khusyu aku sholat sambil duduk dikursi.
(Pelajaran terpenting : Fasilitas umum seperti jalan raya yang kurang diperhatikan, Rasa ingin menang sendiri yang menyebabkan orang lain susah, Aparat Pemerintah yang kurang cepat bertindak mengatasi permasalahan, fasilitas bus untuk orang wudhu. Hehe….).
Bis memasuki jalan TOL yang panjaaaaang sekali…dengan pemandangan yang hampir sama dan serupa. Hanya ada beberapa pemandangan yang menarik. Daripada tidur lagi, aku layangkan pandangan disekeliling jalan TOL. Lumayan juga buat perenungan dan informasi baru.
Kemudian Bis mulai mengelilingi kota Jakarta yang penuh dengan pepohonan beton yang menjulang. Samar-samar jauh ditengah kota, berdiri kokoh Tugu MONAS yang menjadi Icon Belantara Jakarta yang berada di Pusat keramaian Jakarta.
Karena jalan yang memutar menurunkan penumpang diTerminal (aku lupa), akhirnya kami sampai juga diDaerah LebakBulus. Dengan hati yang sedikit kecewa dengan pelayanan selama perjalanan. Bahkan ada Bapak-bapak dengan logat Batak mengeluh keras.
“ Tak lagi aku naik Bis ini. Bikin kecewa saja”, aku hanya tersenyum walaupun aku juga merasa kecewa. Tapi bukan kemudian berjanji tidak lagi menggunakan PO ini, toh siapa tahu ketika dengan menggunakan PO yang lain juga dikecewakan, orang itu gak bakalan pergi-pergi lagi, mending dirumah aja.
Sampai diPemberhentian Agen LORENA Lebak Bulus, didepan jalan segera ku Berhentikan sebuah Taksi Bluebird. Kutunjukkan alamat tujuan kami, rupanya sang sopir orang baru juga diJakarta. Baru 1 tahun bekerja sebagai sopir taksi. Orang asli Indramayu. Entah dimana itu, akupun tidak tahu. Aku tidak terlalu banyak ngobrol.sebenarnya ingin banyak ngobrol dengan Pak Sopir (lupa namanya), tapi lebih baik aku melayangkan pandanganku mengagumi kemegahan gedung-gedung yang menjulang bagai mencakar langit sambil sesekali membuka percakapan basi basi dengan akhwat dibelakang. Hehe….
Setelah kurogoh saku celana untuk menyerahkan dua lembar uang duapuluhan ribu, kusampaikan terima kasih setelah taksi sampai diDepan SENAYAN Jakarta, Kantor KEMENEGPORA yang bersebelahan dengan TVRI Jakarta.
Sampai disana, aku juga masih bingung (maklum, baru pertama kali menginjakkan kaki diKantor Menteri), karena didalam undangan tidak ada keterangan ruangan berkumpul para peserta sedangkan yang kulihat ada 3 gedung besar yang membentuk letter U. setelah berhasil kukontak panitia, rupanya tempat berkumpul berada digedung yang paling tinggi diLantai No.3.
Didalam ruangan, kami segera disambut oleh seorang panitia yang memperkenalkan dirinya sebagai Andika. UNNES’ 2002. kemudian setelah antri didepan Lift, kami naik ke lantai 3. langsung disambut Satpam untuk langsung menuju ruang berkumpul.
“Ya..yang bawa tas besar langsung masuk ruangan”, pikirku, hafal sekali ini satpam. Dan ternyata memang sudah banyak orang diruangan itu. Karena baru pertama kali bertemu, tidak banyak ekspresi yang aku tunjukkan. Aku hanya terus berjalan sesekali menyalami mereka yang sudah terlebih dahulu datang.
Aku lebih banyak diam, karena mereka juga lebih banyak diam. Hehe…..(maklum bener bener masih suasana kaku)
Setelah mengisi formulir registrasi, aku duduk dijajaran peserta ikhwan. Dari sini kumulai membuka hati untuk berkenalan. Hanya beberapa saja yang baru kuajak kenalan. Diantaranya Akh Yadi dari Malang (nama lengkapnya Fitriyadi Setiawan), akh Roby dari Cianjur, akh Danang dan Akh Tyo dari Jogja (nama lengkapnya Setiawan. Kenapa dipanggil Tyo? Apa berasal dari panggilan Tya yang kemudian beralih bahasa Jogja jadi Tyo?hehehe...afwan ya, Yo), akh Hasan dari semarang. Baru sebatas itu.
Perbincangan kecilpun mulai menghangat. Kami ngobrol tentang asal dan usul kami. Juga ngobrol seputar dakwah sekolah didaerah masing masing. Ada banyak informasi yang aku dapat disini. Rupanya ada beberapa daerah yang hampir sama pengelolaanya dengan solo. Baik pengelolaan organisasi, struktur, maupun tekhnis dilapangan sekolah. Tapi ada juga daerah yang masih belum optimal untuk digarap lahan Dakwah sekolahnya.
Malang, seperti yang diceritakan akh Yadi. Hampir sama dengan Pengelolaan di Solo. Baik Strukturnya, maupun kelembagaannya. Bahkan kesamaan berpikirku dengan beliau yang kemudian menjadikan kami begitu dekat selama acara pelatihan ini.
Waktu menunjukkan pukul 11.15. beberapa ikhwah mulai berdatangan dengan membawqa tas yang juga besar. Baik digendong maupun diseret. Akh andika yang tadi ketemu dibawah sudah memegang kendali ruangan. Pikirku, acara mungkin akan segera mulai. Namun rupanya beliau hanya sekedar memberikan pengumuman untuk makan siang, snack, sholat dan kumpul lagi untuk memulai Materi pertama.
Batinku, ini acara kok aneh gini. Belum ada pembukaan sudah ada Materi pertama. Materi dibawakan oleh Drs. M. Budi Setiawan, M.Eng memaparkan “Kebijakan Pemerintah diBidang Pengembangan Kepemimpinan Pemuda”. Sebelumnya aku belum “ngeh” dengan materi yang beliau paparkan. Hanya sebatas memberikan informasi dan menjelaskan seluk-beluk KEMENEGPORAan. Tapi ya, lumayan lah untuk info kalau ke Kantor MENPORA lagi. Amiiin…
Beberapa saat aku lirik para ikhwah ketika diminta memperkenalkan diri. Ada yang Tua, ada yang Muda. Tapi secara umum para peserta tampil sebagai sosok pemuda yang siap bersama-sama mengikuti acara ini.
Hidup PEMUDA INDONESIA…..!!!
Sampai adzan ashar terdengar, materi pertama baru selesai. Kemudian akh Andika menyampaikan pangumuman untuk bersiap-siap melakukan perjalanan menuju tempat penginapan di Griya Alam Ciganjur, Depok.
Selama persiapan pemberangkatan ketempat penginapan, aku kembali berkenalan dengan beberapa ikhwah lagi…
Didalam Bis, aku duduk bersebelahan dengan Akh Yadi, Malang. Diskusi kecil mengantarkan kami tertidur lelap dalam buaian putaran kaset berisi lagu yang remang-remang terdengar dari balik tipe Bis Pariwisata yang disewa panitia. Suasana Sore Jakarta tak bisa memberikan pilihan lain selain untuk menikmati kemacetan yang ada. Dan tentunya hanya satu pilihan saja, lebih baik tidur. Hehehe…..
Tak berapa lama Bis memasuki kawasan Ciganjur. Berarti sudah hampir sampai ke tempat tujuan. Griya Alam Ciganjur. Awalnya aku berpikir kalau Griya Alam Ciganjur terletak diDaerah Datarn Tinggi atau pegunungan, namun rupanya hanya terletak dipinggiran kota Depok. Hehe....
Setelah sampai dikawasan griya alam ciganjur yang benar-benar luas, kami langsung diarahkan untuk menuju tempat peristirahatan berupa kamar-kamar. Didepan pintu kamar terdapat nama-nama peserta. Aku sekamar dengan akh Sandyan (Orang Palembang). Wajah beliau sepertinya usia 22 tahunan, tapi setelah kubaca biodata beliau, rupanya kelahiran 1981. Afwan ya akh Sandy. Hehehe....
Selepas menaruh tas, berbagi tempat tidur, aku segera mengambil perlengkapan mandi. Diluar kamar aku bertemu akh Yadi yang rupanya berada disamping kamarku. Segera setelah mandi, aku mengambil wudhu untuk sholat berjamaah diLantai 2 Gedung utama Griya Alam Ciganjur. Setelah selesai Sholat Maghrib yang diJamak Qoshor dengan Slohat Isya, kami turun untuk menyantap makanan kotak yang telah tersedia.
Para ikhwan segera menuju sebuah balai yang cukup luas, disana kami duduk melingkar sambil menikmati makanan. Tentunya diselingi obrolan dan perkenalan bagi yang belum sempat berkenalan.
Seusai makan, kami langsung naik ke lantai atas lagi untuk acara Saresehan yang dipandu oleh IQRO CLUB JAKARTA, Akh Asep Iskandar. Saresehan baru sebatas perkenalan peserta utusan daerah dan utusan lembaganya. Selain itu juga ada arahan dari Kang Asep mengenai seluk-beluk pelaksanaan acara ini. Rupanya.....
Acara selesai pukul 22.00 lebih. Karena telah mengantuk, aku segera pejamkan mata diatas tempat tidurku. Kamar
Bersambung ke Hari yang Kedua…..

di Bawah ini ada beberapa Foto kegiatan...



Ini Foto Ikhwan Akhwat setelah main perang-perangan....Seru euy...

Ini Pas Pagi-pagi hari Rabu. waktu itu beberapa orang peserta main Futsal diSamping Kandang Rusa. sedangkan aku dan beberapa orang malah nyebur dikolam renang.

Ini masih foto OutBond.main Paint Ball...



Team Blacky...Blacky....


Suasana perjalanan dari Griya Alam Cianjur menuju Kantor MENPORA untuk acara PEMBUKAAN....HARI SELASA,2 DESEMBER 2008. Depan sebelah kanan akh Yadi dari Malang, sebelah kiri akh Irfan dari Banten. yang diBelakang Akh Irfan ada Ka' Deni (lagi ketawa) dari Lampung. samping kanannya ada Bang Helmi dari Riau (denger-denger beliau jadi CALEG), Trus dibelakang Bang Helmi ada Akh Herman (MUTU USMU= Muka Tua, Usia Musa) dari Medan. ngakunya sih orang Magelang...

PARA PESERTA IKHWAN.....

BERSAMBUNG.....

Reaksi:

1 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Di Tanggapi